Showing posts with label Photography Gadget. Show all posts
Showing posts with label Photography Gadget. Show all posts

Sunday, 12 April 2015

Tips Cara Memfokuskan Kamera Symbian Yang Fixed Fokus (Putar Lensa)

Cara Memfokuskan kamera Symbian yang Fixed Fokus (Putar Lensa)

Assalamualikum wr.wb
Selamat Pagi Sobat


Trik ini saya dapatkan dari Grup Facebook, dan langsung saya praktekkan di nokia jadul saya ini, yakni nokia 6120 classic, untuk trik ini dapat di praktekan ke semua ponsel yang tidak dilengkapi dengan fitur auto fokus, untuk hp yang sudah dilengkapi fitur auto fokus mungkin juga bisa, tapi buat apa coba ???¿¿¿

Okey, mungkin untuk membidik obyek foto di jarak dekat di butuhkan fitur autofokus untuk hasil gambar yang jelas dan maksimal, tapi bagaimanakah jika tak dilengkapi fitur auto fokus ?? pasti blur/buram/tidak jelas dan sebagainya

Disini saya ingin memberikan tips dan trik untuk membidik objek yang akan di foto di jarak dekat dengan, performa gambar yang bisa di bilang lumayan lah untuk ponsel yang tidak di lengkapi fitur autofokus sama sekali, yakni dengan memutar lensa kamera dengan peniti/jarum

Jika anda ragu jangan mencoba trik ini, disini saya selaku admin tidak akan bertanggung jawab pada ponsel anda jika terjadi apa apa jika mempraktekkan nya karena di awal sudah saya kasih peringatan jika ragu

Untuk caranya cukup mudah dan simpel, pertama buka cassing dan pelindung lensa kamera dengan jarum (besar) /peniti, lakukan lah dengan hati hati, kemudian putar lensa kameranya pada bagian celah yang ada pingir lensa,

Jika anda kesulitan saat membuka pelindung lensa, coba congkel dari sebelah kanan bawah, karena cara ini lebih mudah dan dapat menghindari terjadinya goresan jarum untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar berikut ini


Gambar punya orang

1896967-1383617728574255.jpg

Gambar di nokia 6120 classic saya

trikcamer.jpg

Berhubung kakak saya seorang servis hape, jadi ponsel milik saya ini saya bongkar sendiri karena peralatanya lengkap biggrin , toh kalu rusak tinggal suruh benerin kakak biggrin

Okey kembali ke topik, untuk pemutaran lensa, jika lensa di putar searah jarum jam kamera akan fokus ke objek jarak jauh dan jika diputar berlawanan dengan arah jarum jam objek akan fokus ke dekat, untuk membidik objek jarak dekat sebaiknya pemutaran dilakukan sebanyak 2X atau 720° dengan arah putaran berlawanan dengan jarum jam

Berikut beberapa preview gambar yang saya ambil langsung dari ponsel saya setelah dilakukan pemutaran lensa


Sebelum

sebelum.jpg

Sesudah

sesudah-001.jpg

Gambar lainya

lalat.jpg

walang.jpg

semut.jpg

Gambar diatas saya ambil lewat nokia 6120 classic saya yang resolusi kameranya hanya 2MP tanpa dilengkapi fitur autofokus

Catatan : Saat lensa di putar untuk mode foto objek jarak dekat, kamera akan blur, jika ingin mengembalikan ke seperti semula tinggal memutar balik lensa kamera yang anda putar,

Cukup sekian dari saya
Terimakasih atas kunjunganya
Wassalam...

Jika ada yang di pertanyaakan komentar saja..

Tips Cara Mengoptimalkan Kamera Handphone


Cara Mengoptimalkan Kamera Handphone – Camera Optimal Phone

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Cahaya
Menangkap gambar dalam situasi terang, mana cahaya lain datang, seperti dari matahari akan menjadi bantuan yang baik untuk memiliki foto kualitas yang lebih baik.
2. Lokasi
Sebagai handphone kamera tidak dilengkapi dengan optimal berkualitas tinggi zoom, mencoba untuk mendapatkan lebih dekat dengan objek yang ingin Anda ambil. Jaga jarak sampai Anda mendapatkan gambar terbaik (tidak begitu kabur).
3. Latar belakang
Hindari latar belakang yang begitu gelap atau terlalu terang karena kondisi tersebut akan mempengaruhi kualitas gambar Anda.
4. Resolusi
Gunakan resolusi tertinggi untuk gambar terbaik. Mungkin Anda akan melihat ada perbedaan jika Anda melihat gambar Anda melalui handphone Anda, tapi nanti jika Anda melihat mereka di komputer, gambar dengan resolusi tinggi akan terlihat lebih baik.
5. Zoom
Jangan gunakan zoom digital jika tidak begitu darurat karena digital zoom akan menurunkan kualitas gambar yang telah Anda. Zoom digital hanya semacam manipulasi gambar jadi bijaksana dalam menggunakannya.
6. Sudut
Pindah dari satu sudut yang lain untuk mendapatkan gambar terbaik, memaksimalkan kapasitas memori eksternal Anda untuk menjaga gambar Anda.
7. Memori
Banyak ponsel sangat terbatas kenangan internal, sehingga menggunakan memori eksternal akan memberikan Anda menempatkan maksimal untuk menyimpan gambar yang baik. Hal ini juga menghindari Anda dari “menghancurkan” sistem ponsel Anda karena file overload di dalamnya.
8. Lensa
Karena kamera handphone tidak selalu dilengkapi dengan penutup lensa, selalu membersihkan lensa Anda sebelum menggunakannya. Bersihkan lensa akan membawa Anda ke gambar kualitas yang lebih baik.
9. Kemantapan
Tetap mantap dalam menangkap gambar adalah cara lain untuk mendapatkan foto yang lebih baik. bergerak sedikit Anda akan menghasilkan gambar buram.
10. Percetakan Opsi
Foto yang diambil dari kamera handphone dapat dicetak dengan kualitas maksimal jika Anda menyesuaikan ukuran cetakan dengan resolusi gambar.
Sekarang bersiaplah untuk ambil gambar sambil bergaya bak artis beken….sip kaaan…

Memahami Teknik Panning

Belajar Teknik Panning Dengan Kamera Handphone

Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur.
teknik panning itu sangat mudah karena tidak menggunakan lensa tambahan atau aplikasi tambahan tapi dibutuhkan timing yang tepat saat pengambilan foto

Caranya  :
  1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  2. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  3. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan touch fokus untuk mengambil fokus.
  4. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  5. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol shutter
  6. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!                                 
Berikut hasil teknik panning degan kamera handphone samsung Galaxy Ace


panning sore hari
panning sore hari2
panning sore hari3

Tips Membuat Lensa Tele Jadi Multifungsi


Membuat Lensa Tele jadi Multifungsi


Selamat siang sobat setia Photography Gadget Indonesia blog inget yah bukan setia band....yang lagi pada makan siang dan yang lagi bengong :D wehehehehehe daripada bengong ga jelas mending baca artikel baru gue biar menambah wawasan dan pengetahuan.
kali ini gue mau sharing hasil percobaan nihh khususnya buat pecinta fotografi ponsel . Pertamanya iseng-iseng sih tapi ternyata bisa juga menjadikan lensa tele zoom ( 8x zoom ) jadi lensa makro dengan jarak ke objek 8-10cm dan bisa atur fokus juga......amazing sekali bukan sob. 
langsung aja tanpa basa-basi , berikut yang diperlukan :
  • teropong
  • lensa tele 8x zoom
- cara menggabungkannya bongkar teropong seperti pada gambar pertama diatas sampe semuanya mudah dibuka 
- selanjutnya gabungkan lensa bagian depan yang ada pada teropong contohnya seperti gambar disamping ini pada bagian depan lensa tele
- selesai dan lensa tele siap digunakan untuk memotret objek kecil/makro










 Berikut hasil jepretan nya :
telezoom + lensa bongkaran

telezoom + lensa bongkaran

telezoom + lensa bongkaran

telezoom + lensa bongkaran
gimana ?? keren kannnnnn jadi meminimalisir duit buat beli lensa makro juga
sekian dulu nih guys ,,, semoga bermanfaat yeahhhhh ^_^
salam jepret

Memahami Tenik Zooming Dengan Kamera Handphone

Tenik Zooming Dengan Kamera Handphone

Gutten morgen :D ketemu lagi di blognya orang cakep ... hahaha ( narsis niyeeeeee ) 
kali ini masih tentang fotografi ponsel yang sekarang sudah menjadi trend di social media dan di dunia juga kayaknya . fotografi sudah menjadi hobi baru gue sekarang dan semenjak itu kemana-mana pasti selalu membawa handphone karena tidak mau kehilangan momen sedikitpun , jadi selalu ada saja yang dipotret untuk di upload ke grup fotografi,socmed  dan juga sebagai koleksi .

Teknik nya yaitu zooming photography , seperti teknik panning yang  sudah pernah saya posting sebelumnya . Teknik ini memerlukan kecepatan karena kalo lambat hasilnya kurang maksimal.
untuk lebih jelasnya ikuti langkah-berikut :

  • Buka aplikasi kamera kamu ( kalo disini gue memakai camera zoom fx.apk )
  • Touch focus pada objek yang akan kamu zooming
  • Tekan shutter dan langsung kita mundurkan lurus secara vertikal dengan secepat mungkin
memang cukup sulit untuk mendapatkan fokusnya perlu beberapa kali percobaan sampai kita tau timing yang pas saat mundurkan handphone kita . So ... jangan pantang menyerah untuk menghasilkan suatu karya yang bagus dan disukai banyak orang . 
selamat mencoba guys  ^_^

Tips Membuat Lensa Makro Untuk Handphone Dari Kamera Bekas (Lensbong)

MEMBUAT LENSA MAKRO UNTUK HP DARI KAMERA BEKAS

fotografi makro itu menyenangkan sekali karena kita bisa melihat objek-objek kecil dengan detail agar terlihat besar, seperti memotret dengan kamera DSLR !!! nahhh ,,, tapi hanya bermodalkan handphone ?? walopun sebagian handphone sudah dilengkapi fiture macro mode tapi tidak begitu efektif ketika kita ingin memotret objek yang ukuran nya sangat kecil seperti semut & kumbang, dengan lensa tambahan, jadi solusi untuk memotret makro dengan handphone, memang sudah banyak yang menjual lensa makro dipasaran tapi kita harus membeli dengan harga yang lumayan mahal. sementara itu kita ingin bermakro tapi hanya bermodalkan kamera HP, ini bukan menjadi halangan  untuk berkreasi. hanya sekedar ingin berbagi pengalaman tentang pembuatan lensa makro tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal tapi hasilnya memuaskan !!
Peralatan yg dibutuhkan :
- kamera bekas, diusahakan yg bermerek/terkenal karena lensa nya lebih bagus biasanya
- Doubletip/perekat & gunting
- Obeng untuk bongkar kamera nya
kamera jadul/bekas

gunting
lensa makro bongkaran
contoh lensa makro bongkaran

 
 
Langkah pengerjaan :
1. bongkar kamera bekas nya sampai lensa yg didalemnya bisa dilepas
2. lepas/copot lensa yg bulet pinggirnya hitam , biasanya ada ditengah2 (seperti yg ada pada gambar
3. tempelkan perekat dibagian sisi lensa nya
4. Selesai , lensa makro handmade siap dipakai tinggal ditempelkan ke kamera HP
Sekian tips dari saya , maap kalo belepotan kata" nya

jika ada yg kurang jelas atau ingin ditanyakan ,,, komen ajaaa yahhh
dibawah ini ada beberapa hasil foto dari kamera HP + lensa makro bongkaran

hasil jepretan galaxy fit + lensa makro bongkaran
Galaxy Ace + macro lense handmade

Galaxy Fit + Lensa makro bongkaran

Memahami Teknik Fotografi Menggunakan ‘BULB’

Teknik Fotografi Menggunakan ‘BULB’

Teknik fotografi Bulb adalah teknik dengan menggunakan speed selambat mungkin. Hasil dari speed yang lambat inilah akan menghasilkan lintasan cahaya. Teknik ini sudah banyak dikembangkan, sehingga memunculkan banyak seni melukis dengan menggunakan cahaya. Bentuk yang dihasilkannya pun akan beragam, tergantung kemana cahaya tersebut melintas.
bahan blog 3 tes
Untuk mendapatkan gambar dengan teknik ini tidak sulit. Hal yang terpenting adalah menjaga agar kamera tidak bergetar sedikitpun, maka sangat disarankan untuk menggunakan tripod, atau jika tidak ada kita bisa meletakan kamera di tempat yang datar untuk menggantikan fungsi tripod. Sedikit saja ada getaran (biasanya dari tangan) maka akan membuat gambar tidak jelas atau blur.
bahan blog
Berikut adalah sedikit tips dan teknik dalam menggunakan teknik bulb :
1. Persiapkan kamera. Gunakan lah kamera yang bisa diatur speednya. Biasanya teknik ini banyak digunakan dengan mengguankan kamera DSLR.
2. Persiapkan tripod sebagai penyangga kamera agar tidak ada getaran ketika hendak mengambil gambar.
3. Sebelum mengambil gambar, ubar settingan speed kamera. Gunakanlah speed lebih dari 3 detik atau kita bisa menggunakan BULB (lama pengambilan cahaya bisa ditekan sesuai dengan keinginan kita)
4. Setting diafragma ke bukaan f9 atau lebih.
5. Bisa juga menggunakan aksesoris tambahan seperti Shutter Release. Harganya sekitar 100-300 ribuan.
6. Jika tidak ingin ada getaran dari tangan, kita bisa menggunakan timer, tekan lalu diamkan.
7. Biasanya bulb dilakukan pada malam hari untuk mendapatkan efek lampu lebih maksimal. Atau jika ingin uji coba bisa dilakukan dikamar dengan keadaan gelap.
8. Jika ingin memotret lintasan jalan raya sebaiknya pilihlah waktu dimana masih banyak kendaraan lewat.
9. Kita bisa melukis nama, atau bentuk dengan cahaya seperti senter, kembang api, atau lampu kecil.
10. Terus mencoba sampai gambar yang anda inginkan bisa diperoleh!

5 Teknik Fotografi Unik, Hasilkan Gambar Menakjubkan

5 Teknik Fotografi Unik, Hasilkan Gambar Menakjubkan

5 Teknik Fotografi Unik, Hasilkan Gambar Menakjubkan
Menjadi seorang fotografer bukan berarti kerjamu hanya tekan tombol shutter saja. Diperlukan skill dan penguasaan teknik-teknik khusus fotografi untuk menunjang karirmu dalam bidang ini, sehingga kamu bisa bersaing dengan fotografer yang jumlahnya tak terhingga di dunia ini. Selain itu, dengan memahami teknik-teknik fotografi, kamu dapat membuat hasil fotomu lebih variatif.
Foto pemandangan? Foto manusia? Itu biasa. 5 teknik fotografi dibawah ini sanggup menghasilkan foto-foto berkelas yang menakjubkan, bahkan dengan objek paling biasa sekalipun.
    1. High-Speed Photography
      Pernah melihat foto balon meledak, percikan air atau kaca pecah? Nah, foto-foto ini dihasilkan dengan teknik high-speed photography. Objek yang bergerak akan menimbulkan efek blur ketika dipotret, dan beberapa fotografer menginginkan mereka “beku” sejenak untuk mendapatkan gambar yang fantastis. Teknik ini membuat hal-hal yang terjadi dengan cepat dan secara normal tidak akan tertangkap mata menjadi mungkin untuk diabadikan.  Amazing, right?
    1. Tilt-Shift Photography
      Tilt-shift photography adalah teknik fotografi unik dan kreatif yang mampu memanipulasi objek atau lokasi dengan ukuran sebenarnya menjadi terlihat seperti model miniatur. Untuk membuat efek ini, potret gambar dari sudut yang tinggi, sehingga akan tercipta ilusi seperti sedang melihat sebuah model miniatur. Kamera yang dilengkapi dengan lensa tilt-shift adalah yang kamu butuhkan untuk memulai teknik ini agar menghasilkan depth of field yang sempit.
    1. High Dynamic Range Photography (HDR)
      Teknik fotografi menakjubkan ini akan mampu mengaburkan pengertian kita akan perbedaan antara ilusi dan kenyataan. Foto HDR adalah teknik yang mampu membuat rentang dinamis dari eksposur yang jauh lebih besar dibandingkan dengan teknik digital imaging biasa, sehingga dapat memunculkan tingkat intensitas level yang jauh berbeda antara cahaya dengan bayangan. Biasanya teknik ini dilakukan dengan memodifikasi foto dengan software pengolahan gambar. Hasilnya? Luar biasa, tentu saja.
    1. Smoke Art Photography
      Asap merupakan hal biasa dalam kehidupan kita. Tapi tahukah kalian kalau asap bisa dijadikan objek untuk mengasilkan karya seni? Smoke art photography membuat hal yang biasa-saja ini menjadi luar biasa. Asap ini bisa digunakan sebagai objek atau sebagai media untuk membuat sesuatu yang lain. Beberapa fotografer menggunakan teknik fotografi ini untuk mengabadikan kecantikan dan kealamian dari asap ini, sementara fotografer lainnya menggunakannya untuk “melukis”, menghasilkan suatu karya seni yang amat menakjubkan.
    1. Motion Blur Photography
      Berbeda dengan high-speed fotografi yang sengaja “membekukan” objek foto, teknik fotografi motion blur menangkap keindahan dari sesuatu yang bergerak justru dari efek blurnya. Motion blur biasanya digunakan untuk memunculkan kesan gerakan yang cepat. Kamu bisa mendapatkan efek ini dengan menggunakan kecepatan shutter yang lambat (slow shutter speeds).
Jadi, fotografi tidak terbatas pada gambar seperti apa yang terlihat oleh mata telanjang. Justru dengan fotografi dan teknik-teknik ajaibnya, kamu bisa membuat sesuatu yang menakjubkan, dengan efek-efek tertentu yang tidak akan kamu lihat sehari-hari.
Masih banyak teknik-teknik luar biasa lain yang bisa kamu pelajari. IDS | International Design School memiliki program (course fotografi)  yang mampu membuatmu menjadi fotografer profesional, dengan para fotografer profesional berpengalaman sebagai pengajarnya.
Abadikan suatu momen biasa secara luar biasa, dan buat dirimu menjadi luar biasa pula diantara fotografer-fotografer lainnya. So, let’s try them now, photographer!

Tips Melatih "Mata Fotografi"

Melatih "Mata Fotografi"

  Kapan sebuah foto bisa dikatakan hebat? Tiap hari tentu Sobat sudah sering melihat foto-foto bagus, tetapi apakah sobat pernah menemukan satu foto yang membuat kalian mendekat dan mencermati foto tersebut lebih dalam? Tidak semua orang atau bisa memotret dan menghasilkan foto yang memiliki daya tarik seperti itu, tetapi ada beberapa hal yang bisa kita ikuti dan pelajari.
Eyes of Mind
Photo: Coolkarni


Menganalisa apa yang membuat sebuah foto itu hebat adalah satu langkah awal yang bagus. Apa yang fotografer tersebut lakukan sehingga bisa membuat foto tersebut lebih menarik diantara lainnya? Sadar atau tak sadar seorang fotografer akan melalui sebuah ceklist dan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan sebelum menekan tombol shutter.


Pertanyaan pertama yang mungkin muncul adalah: "Mengapa saya mengambil foto ini?" Jika Sobat berdiri di depan tuku Monas mungkin jawabannya adalah: "Untuk membuktikan bahwa saya pernah disini", atau untuk "Mengabadikan semua tempat yang saya kunjungi saat liburan". Kedua alasan tersebut tidak ada yang salah, tetapi lebih cocok untuk turis dibandingkan untuk seorang fotografi. Sebaliknya, seorang fotografer yang berpengalaman mungkin akan menjawab: "Karena saya suka bagaimana kawat berkarat tersebut berada di dekat hijau dedaunan", atau "Karena cahaya senja kemerahan tersebut menarik perhatian saya".

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin ada di dalam ceklist seorang fotografer sebelum mereka menekan tombol shutter. Semakin banyak daftar pertanyaan di ceklist kalian, maka hal tersebut semakin bagus untuk melatih mata fotografer kita.
  1. Bagaimana kondisi cuaca? Kondisi cuaca dan pencahayaan akan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil foto-foto kita.
  2. Apakah subyek terfokus? Seberapa banyak area foto yang terfokus? apakah hal tersebut cocok untuk subyek foto saya? poin nomor Dua ini adalah tentang Depth of Field.
  3. Apakah shutter speed sudah sesuai? Menjawab pertanyaan ini sangat penting ketika Memotret secara handheld agar terhindar dari foto blur yang diakibatkan oleh camera shake. Shutter speed juga penting saat memotret obyek yang bergerak cepat dan Sobat ingin membekukan atau menunjukkan blur.
  4. Apakah saya sudah mengkomposisikan foto dengan baik? Komposisi bisa menjadi sebuah parameter keberhasilan sebuah gambar/foto.
Sobat bisa menggunakan ceklist pertanyaan tersebut, tetapi jika menemukan kesulitan dalam menjawab pertanyaan tersebut, Sobat bisa menyusun daftar ceklist tersendiri, toh fotografi itu seharusnya menyenangkan bukan? Dan tentunya pada saat memotret kita tidak selalu mendapatkan atau menghasilkan foto yang sempurna. Tetapi melatih "Mata Fotografi" merupakan langkah awal yang penting, dan tentunya itu membutuhkan waktu dan ketekunan.

Selamat Berlatih :)

Tips Memilih ISO

Bingung Memilih ISO?? Jangan Sampai Deh!!

  Kamera yang beredar di pasaran sekarang ini kebanyakan memiliki jangkauan ISO antara 100-3200, beberapa kamera bahkan menyediakan ISO terendah sampai ke angka 50, dan 6400 untuk ISO maksimal. Ada beberapa model kamera yang menyediakan ISO lebih tinggi lagi, seperti Nikon D4 yang mencapai ISO maksimal 204.800! Untuk memilih ISO, Sobat hanya perlu menekan tombol ISO dan memilih pengaturan yang Sobat inginkan, tentu pemilihan tersebut setelah mempertimbangkan kondisi pemotretan dan dampak terhadap hasil foto.
 ISO STANDARD
Photo: ilPenn

ISO bisa digunakan untuk menghasilkan foto kreatif seperti halnya pada Dua variabel exposure lainnya (Shutter speed dan Aperture), jadi pemahaman tentang bagaimana ISO bekerja bisa memberikan keuntungan terhadap style fotografi kalian. Patut diingat bahwa pemilihan ISO memiliki dampak pada foto-foto kalian, terutama pada obyek gerak. Penggunaan ISO rendah berarti Sobat memiliki sedikit opsi terhadap shutter speed, Sobat berpotensi besar mendapati hasil foto yang blur ketika memotret obyek gerak. Pemilihan ISO tinggi memberikan keleluasaan terhadap pemilihan shutter speed, tetapi memiliki konsekuensi timbulnya noise.

Sobat bisa memilih ISO secara manual, dan juga secara otomatis. Memilih ISO secara AUTO berarti membiarkan kamera memilih pengaturan ISO yang diperlukan, hal ini biasanya sangat membantu ketika Sobat memotret di ruangan dengan kondisi rendah cahaya, Kamera sebisa mungkin menyeimbangkan proporsi ambient light saat menggunakan flash. Tetapi untuk memotret kreatif, sebisa mungkin hindari penggunaan Auto ISO.

Cara terbaik mempelajari ISO adalah dari pengalaman, sama seperti saat Sobat mempelajari tentang shutter speed dan aperture. Tetapi ada beberapa tips yang bisa Sobat lakukan ketika memilih kapan menggunakan ISO rendah, menengah atau tinggi, simak yuk:




Kapan menggunakan ISO ISO 50-200?

Gunakan pengaturan ISO terendah untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik, kenapa? Noise yang dihasilkan minimal, warna lebih akurat, dan gradasi tone lebih halus. ISO rendah berarti sensor kurang sensitif terhadap cahaya, dan ini berarti pemilihan shutter speed pun terbatas. Jadi sebisa mungkin gunakan tripod atau image stabilisation untuk menghindari camera shake, meskipun menggunakan aperture lebar. Para fotografer landscape seringkali memotret menggunakan ISO terendah dengan kamera yang dilengkapi dengan Tripod. Fotografer yang memotret di dalam studio dengan perangkat flash juga menggunakan ISO terendah selama perangkat flash mereka memiliki keluaran cahaya yang cukup. Hindari penggunaan ISO rendah saat memotret secara handheld, tentu kecuali jika pada kondisi cahaya terang.


Kapan menggunakan ISO 250 - 640?

Kami menyarankan untuk menggunakan ISO 400 sebagai default setting kalian. ISO sebanyak lebih Dua stop diatas ISO 100 ini akan lebih memberikan fleksibilitas pada pemilihan pengaturan exposure kalian. Sobat akan sedikit lebih leluasa memilih shutter speed, tetapi akan ada perbedaan kualitas saat sobat membandingkan dengan hasil foto dengan ISO 100. Pengaturan ISO ini sangat ideal saat memotret Portrait di dalam ruangan. Jadi apa aja sih kekurangannya? memang sih tidak terlalu signifikan, Sobat mungkin akan menemui warna yang tidak natural, noise yang tercipta lebih banyak, dan ketajaman berkurang, tetapi perbedaannya tipis sekali. Jadi untuk penggunaan secara umum, pasang ISO kamera kalian di angka 400 kecuali memotret di kondisi rendah cahaya dan butuh shutter speed cepat, atau Sobat menginginkan ISO rendah untuk kualitas gambar prima


Kapan menggunakan ISO 800-1600?

Gunakan ISO ini hanya berdasarkan pada kebutuhan. Semakin tinggi ISO akan menghasilkan lebih banyak noise dan ketajaman gambar akan berkurang, terutama jika Sobat menggunakan fitur Noise Reduction. Kamera keluaran terbaru sekarang berlomba-lomba meningkatkan kualitas gambar pada penggunaan ISO tinggi. Waktu yang tepat untuk menggunakan ISO tinggi adalah ketika memotret handheld pada kondisi rendah cahaya, seperti: memotret outdoor di malam hari atau indoor. Penggunaan ISO tinggi memungkinkan kalian untk memilih shutter speed yang relatif cepat agar terhindar dari camera shake. Banyak fotografer pemula yang lebih memilih menggunakan ISO rendah dan beresiko mendapatkan foto yang blur akibat dari gerakan kamera, tetapi kami sarankan untuk menggunakan ISO tinggi! Bukankah lebih baik mendapatkan foto tajam dengan noise yang diambil dengan ISO 1000 daripada gambar blur dari penggunaan ISO 400?


Kapan menggunakan ISO 3200+

Kamera digital sekarang ini memilki performa yang lebih baik pada penggunaan ISO tinggi jika dibandingkan dengan kamera film, terutama model kamera seperti Nikon D4 yang memberikan kualitas gambar yang sukar dipercayai pada ISO tinggi. Seperti yang kita bahas seblumnya bahwa gambar yang diambil menggunakan ISO 3200 akan memiliki karakteristik peningkatan noise, kurangnya akurasi warna serta ketajaman, dan akan bertambah parah jika ISO terus dinaikkan. MOdel kamer seperti Canon EOS-1D X dan Nikon D4 mampu menaikkan ISO sampai 204.800, cukup cepat untuk mengambil gambar yang hanya diterangi oleh cahaya bulan. Gunakan ISO ini hanya ketika Sobat sangat membutuhkan

Sensor Kamera

Apa Sih Yang Perlu Diketahui Tentang Sensor Kamera?

   Sensor bisa dikatakan adalah jantung atau pusat dari kamera kalian. Sensor gambar memainkan peran yang sangat mendasar dalam fotografi digital, Jadi mengetahui dan memahami bagaimana karakter kunci sensor akan sangat membantu Sobat InFotografi saat berinteraksi dengan kamera digital. Apa saja sih yang harus kita ketahui tentang Sensor gambar?
Image sensor
Photo: Sivi Steys

Ukuran Sensor

Sensor gambar terdapat beberapa ukuran, salah satunya adalah full-frame yang memiliki ukuran yang sama dengan frame film 35m. Pengetahuan tentang bagaimana pentingnya ukuran sensor merupakan hal yang vital dalam fotografi, mengapa? simak yuk alasan-alasan berikut:
  1. Ukuran sensor gambar menentukan focal length lensa yang digunakan oleh kamera.
  2. Ukuran sensor yang lebih besar pada umumnya mampu menghasilkan kualitas gambar yang lebih bagus, karena pixel lebih besar dan akan menghasilkan sedikit noise.
  3. Semakin besar ukuran sensor maka harga juga akan semakin mahal.
  4. Kamera yang memiliki sensor lebih besar maka akan memiliki viewfinder yang lebih besar pula.
  5. Sensor berukuran besar memberikan Depth of Field yang lebih sempit jika dibandingkan denggan sensor ukuran kecil.

Sensor-sensor full-frame bisa ditemukan pada kamera model semi-pro dan pro, dan memiliki dimensi yang sama dengan frame film 35mm. Ukuran resolusi kamera full frame tersebut bisa dikatakan sangat tinggi: Canon EOS-1Ds Mk III memiliki 21.1 juta pixels, Sony Alpha 900 memiliki 24.6 megapixels, sementara Nikon D3x memiliki 24.5 juta pixels.



Yuk Sobat, Tengok Kaos Fotografi keren disini..
www.infotografistore.com



Sensor APS-H digunakan pada kamera EOS-1D dan sepertinya memang diperuntukkan bagi fotografer sport dan wildlife yang membutuhkan sedikit fungsi extra dari sensor ukuran kecil.APS-C merupakan ukuran sensor yang paling banyak digunakan, Sobat bisa menemukan di banyak kamera DSLR, bahkan pada kamera CSC Sony dan Samsung.Sensor Four-Third merupakan sensor terkecil dari semua sensor yang ada. Berikut ini adalah ukuran-ukuran sensor:
  • Full Frame: 36x24mm
  • APS-H: 28.7x19.1mm
  • APS-c: 23.6x15.5mm (Nikon, Pentax, Sony)
  • APS-C: 22.3x14.9mm (Canon)
  • Four-Thirds: 17.3x13mm
  • Nikon CX-Format: 13.2x8.8mm
  • PentaxQ: 6.17x4.55mm

Kepekaan Cahaya

Pada era film, ISO (Internation Standard Organisation) mewakili tingkat kepekaan terhadap film, Sistem ini juga digunalan pada sensor gambar. Semakin rendah tingkat ISO yang digunakan, maka semakin rendah kesensitifan sensor terhadap cahaya, begitu juga sebaliknya. Tetapi satu hal yang perlu diingat adalah ketika Sobat menaikkan ISO maka potensi timbulnya noise akan semakin besar pula, dan mungkin noise ini tidak Sobat inginkan. Jangkauan ISO bervariasi di setiap sensor tetapi pada umumnya ada pada range ISO 100-6400.

Beberapa kamera high-end menawarkan iso terendah sampai ke angka 50, dan ISO maksimal sampai ke 102,400, ISO tinggi tersebut mampu untuk mengambil gambar saat malam hari. Kamera kebanyakan sekarang juga telah melengkapi fiturnya dengan Noise Reduction.


Resolusi Gambar

Sebuah sensor gambar dibentuk dari jutaan pixel. Semakin banyak pixel yang dimiliki oleh sensor maka semakin tinggi resolusinya. Jutaan pixel ini dituliskan sebagai megapixel, jadi sensor 12 juta pixel akan dituliskan dengan 12 megapixel. Mungkin Sobat sering mendengar bahwa semakin besar ukuran pixel maka semakin bagus pula kualitas gambar, tapi itu adalah pendapat yang tidak sepenuhnya benar! Ukuran sensor juga memainkan peran, seperti yang telah kami sebutkan di awal bahwa pixel yang lebih besar pada sensor yang juga lebih besar pada umumnya akan memberikan kualitas yang bagus. image processor, dan optik lensa juga memiliki peran tersendiri bagi kualitas gambar.


Sensor dan Lensa

Jika sobat pernah membaca atau mendengar tentang relasi antara senosr gambar dan lensa mungkin akan terdengar sedikit membingungkan, tetapi Sobat akan terbiasa jika telah mendapatkan beberapa pengalaman. Jika Sobat memiliki Dua lensa yang identik yang bisa dipasang pada kamera dengan sensor full-frame dan APS-C, maka sobat akan melihat hasil dengan perbesaran yang berbeda.

Setiap sensor memiliki crop factor, dimana harus dikalikan dengan focal length untuk memberikan focal lenth yang efektif digunakan. Sebagai contoh: sensor APS-C memiliki crop factor 1.5x (1.6x pada Canon), dan sensor four-third memiliki crop factor 2x, jadi jika Sobat menggunakan lensa 50mm pada kamera bersensor Four-Thirds maka focal length lensa efektif adalah 100mm. Foto yang dihasilkan adalah sama dengan hasil pada 100mm pada kamera film 35mm atau sensor full-frame. Lensa 100-300mm yang digunakan pada DSLR nikon yang bersensor APS-C memiliki focal length efektif 150-450mm. Berikut ini adalah data lengkap crop factor pada setiap sensor:
  • Full Frame: 1x
  • APS-H: 1.3x
  • APS-C: 1.5x (Nikon, Pentax, Sony)
  • APS-C: 1.6x (Canon)
  • Four-Thirds: 2x
  • Nikon CX-Format: 2.7x
  • Pentax Q: 5.5x

Tips Memperkuat Komposisi Foto

Tips Memperkuat Komposisi Foto

   Sebuah foto menunjukkan kepada dunia apa yang kamera lihat, tetapi foto yang memiliki komposisi kuat menunjukkan kepada dunia apa yang Sobat lihat. Memang komposisi sering terlihat sebagai hal yang kompleks, tetapi ada beberapa cara atau strategi yang bisa Sobat lakukan agar subyek foto terlihat lebih natural.
Landscape
 Photo: Cuba Gallery

 

Menuntun Mata Penikmat Foto

Salah satu cara yang paling efektif menciptakan komposisi yang kuat adalah dengan menggunakan elemen visual yang mampu menuntun mata penikmat foto ke dalam scene foto kita. Elemen-elemen penuntun tersebut bisa berwujud apa saja, seperti garis, kurva atau deretan bentuk (pola). Garis penuntun yang disajikan dari foreground ke background biasanya memiliki dampak yang sangat kuat, menggerakkan penikmat foto kita untuk merasa berada di dalam foto kita. lalu apa saja sih contoh - contoh nyata elemen-elemen yang bisa dijadikan sebagai leading line atau garis penuntun? : garis yang tercipta pada ombak lautan, lekukan sungai bisa mendorong mata untuk menjelajahi frame foto kita. prespektif dekat-ke-jauh, bawah-ke-atas juga bisa menjadi leading line yang efektif.

Pertimbangkan penggunaan foreground

Foreground mampu menciptakan kedalaman, menyediakan point of reference, dan cara efektif untuk menambahkan Wow-Factor pada foto-foto kita. Dengan menggunakan foreground yang tepat, berarti kita menambahakan kesan dimensi dan kedalaman pada sebuah foto, biasanya ini akan sangat terasa pada foto-foto landscape.

Gunakan pola (pattern)

Mata manusia secara alami akan tertarik pada sebuah pola. Ketika menjelajah satu bentuk, maka akan cenderung untuk melihat lainnya dan setiap elemen yang berulang. Sobat fotografer hendaknya mampu menggunakan bentuk dan warna yang berulang agar mendorong para penikmat foto kita untuk melihat lebih jauh bagian-bagian komposisi foto. pengulangan visual mengakibatkan mata manusia bergerak, menciptakan ketertarikan serta menumbuhkan energi komposisi. Bentuk pengulangan atau pola bisa membantu menciptakan harmoni dan keseimbangan.
Sobat juga bisa membuat gambar-gambar kreatif dengan memposisikan pola tersebut menjadi point of interset.

Menonjolkan point of interest

Gunakan elemen visual untuk menunjukkan langsung pada penikmat foto apa sih yang patut menjadi perhatian dalam frame. Framing merupakan satu cara efektif untuk menyederhakanan serta memfokuskan sebuah ketertarikan. Sebagai contoh elemen-elemen yang bisa digunakan dalam framing adalah: cabang pohon, jendela yang lebar, dan lain-lain. Framing juga bisa dibentuk dari gabungan elemen-elemen di sekitar subyek. Kadang kala akan sangat membantu jika ada elemen yang memiliki perbedaan kontras antara frame dengan subyek foto.

Tips Memilih Lokasi Pemotretan

Tips Memilih Lokasi Pemotretan

  Ternyata memiliih lokasi pemotretan di luar ruangan tidak se-sederhana yang kita bayangkan. Sobat InFotografi sedikit banyak pasti ada yang pernah merasa sedikit frustasi ketika memilih lokasi pemotretan, lokasi seperti apa sih yang cocok bagi karakter subyek kita? lokasi apa sih yang membuat foto-foto tampak lebih menarik? Pemilihan lokasi yang sempurna bagi subyek memang memerlukan sedikit kerja keras serta perencanaan yang matang. Penting sekali mempertimbangkan lokasi mana yang tepat bagi kalian dan subyek/model agar memberikan sebuah rasa nyaman, dan style pemotretan itu sendiri.
location portrait photography 02
Photo: Mackney

Berikut akan InFotografi berikan beberapa ide yang bisa dipertimbangkan dalam memilih sebuah lokasi pemotretan. Tetapi sebelumnya cobalah ketika Sobat InFotografi keluar atau sedang jalan-jalan biasakan mata untuk mencari tempat-tempat atau lokasi yang menarik dan pastinya Sobat menganggap tempat tersebut memiliki backdrop yang bisa digunakan dalam frame foto kalian, dan buatlah catatan kecil tentang tempat atau lokasi tersebut.

1. Lokasi yang tidak asing bagi subyek

Temukan sebuah tempat yang memiliki sebuah kecocokan personal terhadap subyek, bisa jadi lokasi itu adalah tempat favorit atau dimana mereka menyalurkan hobi mereka. Hal ini tentu akan membuat foto lebih memiliki arti dan cerita dan tentunya lokasi yang familiar bisa membantu subyek merasa nyaman saat pemotretan.

2. Sisipkan suasana berbeda dalam foto

Lokasi berbeda bisa membantu menciptakan suasana tersendiri bagi foto Portrait kalian. Jadi tidak ada salahnya berpikir tentang apa sih yang ingin Sobat sampaikan dalam foto kalian? sebagai contoh memotret di taman bunga yang bewarna-warni akan memberikan nuansa bahagia dan senang.

3. Hindari elemen-elemen yang bisa menjadi "distraction"

Meskipun Sobat memotret di dalam lokasi yang menarik, subyek kalian harus tetap menjadi fokus utama didalam foto. Hindari background yang bisa mengalihkan perhatian dari subyek, dan cobalah mencari tempat yang sepi sehingga tidak ada orang lain yang masuk ke dalam frame foto.

4. Pertimbangkan penggunaan backdrop.

Ketika sobat berada di tempat pemotretan, cobalah mencari backdrop yang cocok bagi subyek untuk duduk atau berdiri di depannya. Carilah backdrop yang memiliki warna atau pola yang menarik. Teksture juga bisa menjadi backdrop yang memberi ketertarikan tersendiri bagi foto-foto kalian.
Happy hunting Sobat..

Tips Memotret Menggunakan Mode Shutter Priority

Memotret Menggunakan Mode Shutter Priority

  Mode Shutter priority bisa kita jumpai di semua kamera DSLR dan Prosumer dan dilambangkan dengan S atau Tv. Mode ini juga sering disebut dengan mode semi otomatis atau semi manual. Sesuai dengan penamaannya, mode Shutter Priority memprioritaskan pada pemilihan shutter speed. Shutter Priority memudahkan Sobat untuk memilih pengaturan shutter speed yang kalian inginkan, sementara kamera akan memberikan pengaturan Aperture yang diperlukan agar mendapatkan exposure yang "pas". Jadi mode ini adalah kebalikan dari Aperture Priority.
Gravity @ 9.8 mtrs/sec2!! 
Photo: Anirban



Shutter Priority merupakan mode exposure yang ideal digunakan ketika memotret sebuah subyek yang memerlukan pertimbangan pada pemilihan shutter speed. Foto Sport dan Action berada di daftar paling atas penggunaan mode Shutter Priority. Kedua bidang fotografi ini pada umumnya membutuhkan shutter speed yang relatif cepat untuk membekukan gerakan obyek. Semakin cepat gerakan maka semakin cepat pula shutter speed minimal yang dibutuhkan untuk membekukan gerakannya, dan begitu juga sebaliknya. Fotografer Nature (alam) juga sering menggunkaan mode Shutter Priority. Mereka menggunakannya ketika memotret seekor burung yang sedang terbang, atau hewan lain yang sedang bergerak.


Shutter Priority tentu tidak hanya digunakan untuk membekukan sebuah gerakan, Sobat tentu terkadang ingin merekam sebuah scene dengan nuansa blur. Foto Sport dan Action bisa juga dipotret menggunakan shutter speed lambat dengan teknik Panning, sehingga subyek terlihat relatif tajam sedangkan background tampak blur. Aliran air sungai, air terjun dan laut akan tampak menarik jika dipotret menggunakan shutter speed. Pada contoh-contoh tersebut pemilihan shutter speed sangat berperan penting untuk menghasilkan foto yang Sobat inginkan, dan penggunaan mode Shutter Priority bisa membantu untuk mewujudkannya.

Pertanyaan yang sering timbul ketika membahas tentang mode Shutter Priority adalah: Bukankah ketika menggunakan Aperture Priority saya masih bisa mendapatkan Shutter Speed yang Kita inginkan? Toh saya cukup merubah aperture sampai saya mendapatkan shutter speed yang ideal! Atau di mode Program Saya juga cukup merubah kombinasi aperture dan shutter speed? Yap.. Tidak ada yang salah dengan kedua pertanyaan tersebut, dan Sobat masih bisa mendapatkan shutter speed dengan cara tersebut, tetapi keuntungan menggunakan Shutter Priority adalah: Pengaturan shutter speed kalian tidak akan berubah. Shutter speed akan tetap sama walaupun intensitas cahaya dan fokus kamera berubah. Jika memang exposure perlu dirubah, maka hanya aperture yang berubah dan shutter speed akan masih tetap konstan. Prinsip yang sama berlaku jika Sobat menggunakan fitur Exposure Compensation pada mode Shutter Priority, Aperture yang berubah dan shutter speed tetap sama.

jika Sobat tidak bisa menggunakan shutter speed cepat akibat kondisi rendah cahaya (low light), bahkan ketika menggunakan lensa "cepat" sekalipun, Sobat cukup menaikkan pengaturan ISO. Contoh: Jika Shutter speed maksimal yang bisa Sobat dapatkan pada ISO 100 adalah 1/125 detik, maka pada ISO 200 akan meningkat menjadi 1/250 detik, pada ISO 400 akan menjadi 1/500 detik dan seterusnya. ISO bisa memberikan kendali lebih untuk mendapatkan shutter speed yang Sobat butuhkan.

Ketika Sobat membutuhkan shutter speed lambat pada kondisi pencahayaan terang, maka langkah pertama adalah menurunkan pengaturan ISO. Beberapa kamera DSLR memiliki pengaturan ISO yang sangat rendah. Tetapi terkadang pengaturan ISO rendah pun masih memberikan shutter speed yang terlalu cepat dari yang kita butuhkan. Maka solusi yang patut dicoba adalah dengan menggunakan filter ND.

Memahami Teknik Lanskap Sunset

Memotret Landscape Saat Sunset

  Kualitas cahaya saat matahari tenggelam atau Sunset bisa menjadi saat-saat yang berharga bagi para fotografer landscape. Tidak hanya warna langit yang begitu menarik, tetapi juga sudut rendah matahari bisa memberikan tekstur pada landscape. Sunset memang menawarkan potensi atau peluang foto landscape yang hebat, tetapi juga memiliki tantangan tersendiri yang harus Sobat atasi guna memaksimalkan potensi-potensi foto hebat yang ada. Berikut ini beberapa tips serta pendekatan yang bisa dilakukan saat memotret sunset.
sunset-Marmul 
Photo: Hamed AlGhanboosi

 

Pengaturan Kamera

Pertanyaan yang pasti terlintas adalah: "Pengaturan seperti apa yang bisa saya gunakan saat memotret sunset?". Memotret saat sunset sebetulnya tidak berbeda dengan pemotretan landscape lainnya, berikut ini bisa dijadikan acuan awal yang bagus:
  • Mode Pemotretan: Manual
  • ISO: 100
  • Aperture: f/11 (Depth of Field luas, tanpa menurunkan kualitas gambar)
  • Shutter Speed: Sesuaikan dengan kondisi langit yang terekam dalam gambar (percepat jika tampak terlalu terang, dan perlambat jika langit terlalu gelap).
  • White balance: Daylight/Sunny jika Sobat memotret menggunakan JPEG
Hal yang perlu diingat bahwa pengaturan kamera bukan sebuah parameter yang menjamin keberhasilan foto sunset kalian, berikut ini adalah beberapa hal yang juga perlu dipertimbangkan:

Exposure

Hal yang menarik dari Sunset adalah langit cerah bewarna merah, pink serta oranye, dan tidak sedikit Sobat InFotografi yang tergoda untuk menjadikan langit sebagai Focal Point atau Point of Interest, Sobat meng-ekspose langit, dan menjadikan elemen-elemen lainnya menjadi semacam siluet. Jika foto tersebut memiliki komposisi yang bagus sih tidak masalah, tetapi jika tidak maka penikmat foto kalian tidak memiliki hal lain selain langit untuk dilihat, jadi mereka secara cepat kehilangan ketertarikan terhadap fofo-fofo sunset kalian.
Salah satu kelebihan sunset adalah cahaya bewarna keemasan yang menerangi area didepan kalian dengan bayangan-bayangan yang panjang. Memotret langit serta area tersebut bisa membuat foto-foto landscape kalian lebih menarik. Tetapi Sobat akan menemui tantangan: Ketika matahari rendah, langit akan bewarna cerah tetapi tidak pada area tanah di depan kalian. Perbedaan tingkat kecerahan ini bisa menimbulkan masalah terhadap foto kalian. Jika perbedaan terlalu jauh, maka sobat akan kehilangan detail langit atau bayangan di tanah
Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut:
  1. Gunakan filter Graduated Natural Density (GND).
  2. Ambil beberapa gambar (satu gambar mengekspose langit, dan satu mengekspose bagian tanah), gabungkan Dua foto tersebut menggunkaan perangkat lunak editing gambar.
Kedua cara diatas memiliki kesulitan tersendiri diantaranya adalah: timbulnya flare dari penggunaan filter atau ada gambar tidak benar-benar identik saat pengambilan dua gambar (biasanya diakibatkan karena adanya gerakan).

Komposisi

Saat memotret sunset tentu Sobat ingin juga menyertakan matahari di dalam frame dong. Jika posisi matahari masih relatif tinggi, maka eksposure yang pas cukup sulit untuk didapatkan. Sobat bisa menunggu sampai matahari masuk ke horizon, sehingga Sobat akan lebih mudah mendapatkan exposure.
Pilihan lainnya adalah jangan menyertakan matahari dalam frame foto kalian. memang Sobat akan kehilangan "drama" dari matahari itu sendiri, tetapi Sobat masih bisa mendapatkan nuansa waktu atau senja, tanpa kesulitan untuk mendapatkan exposure yang pas.

Jangan berkemas ketika matahari telah tenggelam

Banyak sekali fotografer landscape yang bergegas pulang ketika matahari sudah tidak tampak lagi, coba tunggu sekitar 10 menit. Cermati awan-awan yang ada dilangit akan berganti warna dengan disertai berkas-berkas cahaya matahari, scene ini tentu masih menawarkan foto-foto yang menarik bukan?. Sobat akan membutuhkan tripod karena shutter speed yang Sobat dapatkan tidak secepat di awal.

Cobalah memotret Sunrise

Apa yang kami tuliskan diatas, bisa berlaku juga loh pada pemotretan sunrise, tentu bangun lebih bagi bisa menjadi tantangan tambahan ketika memotret sunrise :)

Tips Penempatan Lighting Studio Sederhana

Penempatan Lighting Studio Sederhana

   Percaya atau tidak, Sobat tidak memerlukan segudang peralatan studio atau pencahayaan mahal dan canggih untuk memulai foto portrait didalam studio. Dua sumber cahaya lighting sudah lebih dari cukup. Artikel InFotografi kali ini akan terfokus pada Tiga pengaturan dasar yang kami rasa lebih dari cukup bagi Sobat yang ingin memulai fotografi Portrait di dalam studio. 
Garage Studios Lighting Equipment
Photo: Adam Bronkhorst


Sobat bisa menggunakan satu Main light di posisi yang dirasa tepat, dan kemudian posisikan sebuah reflektor sebagai sumber cahaya kedua, pengaturan lighting sederhana tersebut sudah bisa memulai langkah awal Sobat InFotografi dalam fotografi studio.

ketinggiani, angle, power dan jarak sumber cahaya akan memberikan dampak pada bentuk wajah subyek kalian. Yang perlu digaris bawahi adalah coba cermati bagaimana cahaya jatuh ke subyek kalian. Gunakan layar LCD untuk mereview foto - foto yang kalian ambil, terkadang merubah ke preview mode monochrome bisa membantu kalian untuk memfokuskan ke bentuk, tone serta bayangan yang jatuh ke area wajah sehingga Sobat bisa memvisualisasikan hasil akhir foto portrait kalian.

Penempatan Main Light

 

Photo: N-Photo

1. Tinggi
Pada banyak pemotretan Sobat mungkin akan memposisikan Main Light di atas model. Perhatikan bagaimana bayangan dari hidung jatuh ke sisi bawah wajah dan terkesan memperpanjang fitur hidung. Sobat idealnya menginginkan bayangan hidung untuk menunjuk ke ujung bibir. Bentuk segitiga cahaya pada pipi di sisi bayangan sering disebut dengan Rembrandt Lighting, dan untuk mendapatkan efek pencahayaan ini Sobat cukup meminta model untuk sedikit memindahkan kepala model.

2. Sejajar (Eye Level)
Pasang lampu flash atau Main Light di samping dengan tinggi sejajar dengan model, dan cahaya akan mengenai seluruh sisi wajah. Bayangan yang terbentuk memberikan kesan memperlebar fitur wajah. Akan lebih efektif jika cahaya tersebut seimbang dengan sumber cahaya kedua yang berada di sisi berlawanan. Biarkan sumber cahaya tersebut atau main light tetap menyala sehingga Sobat bisa melihat bagaimana bayangan yang terbentuk.

3. Rendah
Sobat mungkin tidak ingin menggunakan pengaturan yang satu ini. Penempatan main light seperti ini akan memberikan kesan wajah yang menakutkan. Mungkin jika Sobat memotret untuk keperluan Halloween bisa saja menggunakan posisi main light seperti ini. Seperti yang terlihat di dalam foto contoh diatas, penempatan main light yang rendah menghasilkan foto portrait yang kurang menyenangkan. Bayangan hidung tampak tebal, dan kantung mata terlihat lebih jelas.

Berikut ini adalah Tiga Style pemotretan Studio Portrait :

 

Photo: N-Photo

1. Classic Rembrandt
Style portrait satu ini merupakan pengaturan lighting dasar yang bagus. Sobat terkesan menciptakan sebuah segitiga kecil pada bayangan di sisi wajah dengan bayangan hidung yang menunjuk ke arah bibir. Gunakan reflektor untuk mengisi area bayangan dan satu backlight yang menggunakan snoot untuk memberikan cahaya pada rambut model.

2. Rim Light
Posisikan Dua sumber cahaya dengan power cahaya yang sama sedikit di belakang model dan menghadap ke kamera. Gunakan reflektor untuk memantulkan cahaya ke bagian hidung serta dahi model. Style foto ini cocok untuk menonjolkan struktur tulang, sangat cocok untuk memotret laki-laki dan nude art.

3. Beauty
Posisikan satu softbox besar diatas model yang mengarah kebawah sehingga cahaya jatuh dari depan dan merata. Untuk menyeimbangkan exposure gunakan reflektor yang diposisikan dibawah wajah model. Reflektor akan memantulkan cahaya ke arah wajah. Jika Sobat ingin menonjolkan kecantikan model kamu, ini adalah pengaturan yang tepat.

Selamat Mencoba!!

Tips Memotret Kabut

Tips Memotret Kabut

Artikel Fotografi: Tips Memotret KabutBelajar fotografi secara otodidak bisa dimulai dengan membaca artikel fotografi yang beredar di Google. Banyak artikel fotografi yang tersedia yang bisa kamu baca, mulai dari sejarah fotografi, genre fotografi, teknik fotografi dan sebagainya. E-book tentang fotografi juga banyak dan bisa kamu baca untuk menambah wawasanmu.
Nah, untuk kamu yang suka fotografi, sudah pernah mencoba memotret kabut belum ya? Kabut menjadi objek yang indah lho, jika kamu tahu tekniknya. Meskipun banyak fotografer yang menghindari kabut sebagai objek, karena membuat saturasi warna menjadi rendah, gambar jadi tidak jelas, hingga terkesan datar. Namun, kabut yang biasa muncul di pagi atau sore hari tersebut memiliki kesan yang misterius dan dapat meningkatkan efek ruang pada gambar. Salah satu artikel fotografi yang sayang untuk dilewatkan adalah “Tips Memotret Kabut” . Berikut ini beberapa tips fotografi untuk kamu yang ingin mencoba tantangan memotret kabut menjadi sebuah karya yang indah dipandang mata.
  1. Manfaatkan momen di pagi hari atau sore menjelang malam, di mana biasanya kabut muncul dan berada di dataran tinggi.
  2. Cahaya saat kabut merupakan pencahayaan yang lembut. Sifat cahaya saat kabut seperti cahaya yang dihasilkan oleh softbox berukuran besar yang menyebabkan foto terlihat halus dan jelas.
  3. Gunakan eksposur +1 stop untuk kamu yang memakai mode kamera A/Av, P, atau S/Tv.
  4. Saat memotret kabut, sebaiknya siapkan sebuah tripod karena teknik slow speed akan kamu gunakan.
  5. Setting kamera dengan diafragma kecil yang ditandai F angka besar untuk mendapatkan ruang tajam yang lebih luas.
  6. Gunakan ISO sekecil mungkin untuk memunculkan detail gambar dan mengurangi noise.
  7. Gunakan filter gradual ND, mungkin saja kamu menemukan perbedaan yang kontras di antara objek yang ada. Filter gradual ND berfungsi untuk mengurangin perbedaan kontras.
  8. Sebaiknya pilih lensa dengan focal length panjang untuk menghasilkan kabut yang lebih tebal. Semakin panjang focal lensa yang kamu gunakan, maka akan semakin tebal, berbeda jika menggunakan lensa wide.
  9. Pilih lokasi yang sekitarnya juga memiliki pemandangan yang indah. Misalnya saja, kamu yang berdomisili di Yogyakarta bisa mengambil spot di Bukit Puthuk Setumbu. Selain akan melihat kabut, kamu juga akan menyaksikan pemandangan Candi Borobudur yang terkesan mistis.

Itu tadi adalah beberapa tips untuk menghasilkan foto kabut menjadi lebih bagus dan memiliki nilai seni yang tinggi. Ternyata kabut tidak selamanya merusak hasil foto kan? Jika kalian tertarik dengan trik-trik fotografi lainnya, yuk bergabung di IDS | International Design School yang menyediakan Kursus Fotografi. Untuk kamu yang berminat kuliah di bidang fotografi di luar negeri, kamu juga bisa mendapatkan gelar Bachelor dari universitas ternama di Australia.

Memahami Teknik Fotografi Di Pantai

Teknik Fotografi Di Pantai

Menikmati ombak dan pasir pantai. Lokasi : Pantai Ngliyep, Kamera : Lumix LX3
Menikmati ombak dan pasir pantai. Lokasi : Pantai Ngliyep, Kamera : Lumix LX3
Kali ini kami ingin menulis beberapa tips fotografi di daerah pantai, termasuk pulau dan laut. Ada istilah, “santai seperti di pantai, slow seperti di pulau” .. jadi kita bikin santai aja tulisan kali ini hehe. Seperti kita ketahui bahwa setiap daerah setiap obyek fotografi selalu memiliki ciri khas tertentu, maka teknik fotografi untuk obyek-obyek tersebut juga memiliki ciri khas sendiri-sendiri agar memperoleh hasil yang maksimal, termasuk teknik fotografi di pantai.

Kondisi Lokasi Pantai

Lokasi pantai umumnya ya terdapat pasir, ada air laut, biasanya ini yang menjadi obyek utama POI (point of interest) dalam fotografi pantai. Terus apa lagi ? Ada langit, ada awan, perahu dan sedikit pepohonan yang biasanya adalah pohon-pohon kelapa. Tapi dengan jumlah obyek yang itu-itu saja, ternyata banyak kreatifitas yang bisa kita gali disana, karena kombinasinya menjadi tak terbatas jika kita masukkan unsur waktu. Hunting foto waktu pagi, waktu siang atau waktu sore tentu akan berbeda, juga kecepatan shutter lambat atau cepat tertentu akan menghasilkan hasil yang masing-masing unik.
Amati lokasi hunting dan temukan obyek menarik. Obyek menarik tidak harus yang wah, kadang yang sederhana justru yang paling menarik. Tentu berbeda-beda cara pandang untuk setiap orang. Yang paling gampang misalnya ambil foto pasir putih pantai, laut berombak dan langit berawan. Ini adalah kombinasi standar foto di pantai. Di frame yang lain ikutkan batu karang, dermaga panjang, kayu tua mati atau pohon kelapa. Namanya hunting foto, mata harus melek dan jeli, seperti elang menangkap mangsa #halah.

Komposisi Di Pantai

Pantai adalah lokasi paling mudah belajar komposisi, mengapa ? Karena ada horizon laut. Sudah tahu kan aturan Rule of Third ? . Horizon laut ini bisa kita gunakan sebagai penanda garis bawah atau garis atas dari batas-batas Rule of Third. Misalkan kita ambil komposisi 1/3 pantai, 1/3 laut dan 1/3  langit. Jika ada obyek lain misal perahu, bisa kita atur agar perahu tersebut terletak 1/3 frame dan menuju 2/3 frame lainnya sehingga foto seakan-akan bisa bercerita “perjalanan masih jauh”.
Selain itu di pantai pandangan bisa luas ke segala arah, tidak terdapat obyek-obyek yang membuat distract atau mengganggu komposisi yang akan kita ambil. Gampangnya bandingkan melakukan komposisi di pantai dengan di pasar dimana banyak obyek yang mengganggu. Tentu lebih mudah di pantai.
Nah ambil kesempatan ketika di pantai untuk memantapkan teknik komposisi. Ide lain adalah abaikan aturan Rule of Third dan langgar semua konsep komposisi dan berkreasi diluar pakem untuk melatih instinct dalam komposisi.
Contoh komposisi yang melanggar Rule of Third, porsi frame sebagian besar dipakai buat pasir berjejak. Lokasi : Pelabuna Ratu, Kamera : Lumix FZ20.
Contoh komposisi yang melanggar Rule of Third, porsi frame sebagian besar dipakai buat pasir berjejak. Lokasi : Pelabuna Ratu, Kamera : Lumix FZ20.

Pencahayaan Emas

Ada istilah “be early or be late”. Datang pagi-pagi sekali, atau sore aja sekalian asal jangan malam hari *lol*. Karena kondisi laut yang terbuka maka cahaya Matahari juga melimpah. Sehingga kalau terlalu siang akan sangat sulit mengatur pencahayaan. Paling mantap adalah menggunakan waktu-waktu yang disebut golden hour, yaitu dari mulai Matahari terbit hingga sebelum hari terlalu siang (kira-kira sebelum jam 08.00 pagi) dan juga saat sore yaitu sekitar pukul 16.00 hingga sebelum Matahari seluruhnya tenggelam.
Pada waktu-waktu itu, cahaya Matahari lebih lembut dan dramatis, langit juga masih bergradasi dari warna biru kuning dan memerah merupakan obyek yang menggiurkan bagi fotografer landscape. Perlu diperhatikan pada kondisi ini cahaya masih sangat minim sehingga lakukan setting eksposure dan metering dengan tepat agar tidak underexpose (foto cenderung gelap). Tidak perlu takut melakukan trial and error, jika terlalu gelap naikkan bukaan aperture misal dari f/11 menjadi f/8. Atau bisa juga naikkan ISO, tapi jangan terlalu tinggi karena bisa membuat foto banyak noise. Untuk shutter speed tidak ada patokan, tergantung tujuan foto. Kita jelaskan di bagian Moment.
Bagian paling sulit belajar fotografi adalah melakukan setting eksposure secara manual mulai dari shutter speed, aperture dan ISO. Sekali lagi jangan takut untuk mencoba, trial dan error sebanyak-banyaknya tanpa perlu takut kehabisan film hehehe. Untuk metering paling aman gunakan saja evaluative, kecuali  ingin mengambil foto siluet maka harus menggunakan spot metering.
Koleksi foto lama, contoh sudah menepati golden hour, tetapi tidak mendapatkan cahaya emasnya karena mendung. Lokasi : Pelabuhan Ratu, Kamera : Lumix FZ20.
Koleksi foto lama, contoh sudah menepati golden hour, tetapi tidak mendapatkan cahaya emasnya karena mendung. Lokasi : Pelabuhan Ratu, Kamera : Lumix FZ20.

Moment

Saya tidak akan mengatakan ini sebagai decisive moment karena ini bukan fotografi street. Moment yang dimaksud disini adalah kejadian yang akan kita ambil yang bisa membuat foto bercerita tanpa terlalu banyak kata. Saya ambil dua contoh moment yang sama sekali berbeda dari satu obyek yang sama. Ombak.
  1. Ombak yang menggetarkan. Ombak ini kita tangkap dalam foto untuk menunjukkan kekuatannya atau keganasannya. Ombak harus terlihat detail, otot-ototnya, bulir-bulir keringatnya seakan-mengancam pantai dan batu karang. Kita bisa ambil moment ombak ini dengan kecepatan shutter tinggi sehingga ombak menjadi freeze dan detailnya terlihat. Syarat shutter speed tinggi adalah cahaya cukup atau ISO cukup tinggi.
  2. Ombak Kapas. Ini istilah saya pribadi saja, saya tidak begitu hapal istilah umumnya. Intinya membuat ombak menjadi lembut, selembut helai-helai kapas. Caranya waktu harus pagi sekali, saat cahaya masih sedikit. Alat wajib adalah tripod, karena prosesnya adalah mengambil foto ombak dengan shutter speed lama, jadi akan memberi efek pada ombak menjadi seperti kapas putih karena blur, sementara obyek lainnya misal langit, pasir dan batu tetap tajam.
Moment lain yang bisa anda pikirkan adalah perahu dan matahari, burung camar dan ombak, nelayan melempar pancing, jejak pasir terhapus ombak dan lain sebagainya.
Ombak Kapas, diambil menggunakan tripod dengan shutter speed lambat. Lokasi : Tanjung Lesung, Kamera : Nikon D80
Ombak Kapas, diambil menggunakan tripod dengan shutter speed lambat. Kondisi sudah terlalu siang, jadi hasil tidak begitu maksimal. Lokasi : Tanjung Lesung, Kamera : Nikon D80

Filter

Saya pribadi terus terang jarang memakai filter. Tapi intinya disini filter berfungsi sebagai alat bantu saja. Tidak menjadi penentu foto akan menjadi lebih bagus, tetap faktor utamanya adalah kita. Filter yang digunakan antara lain ND Filter (Neutral Density) yang berfungsi untuk mengurangi banjir cahaya, cocok digunakan pada siang hari. Kemudian ada filter UV yang berguna selain untuk perlindungan lensa tetapi juga menyaring sinar ultraviolet dalam rentang tertentu. Hal ini dapat mengurangi kabut atmosfer yang sering muncul di laut, meski efeknya tidak begitukentara.
Terakhir adalah filter Polarizing (CPL), berfungsi untuk menyaring beberapa cahaya yang terpolarisasi . Intinya mengurangi refleksi dan meningkatkan kontras, biasanya efek utamanya adalah langit menjadi lebih biru, cenderung ke biru tua.

Lokasi Tujuan Hunting

Setelah mengetahui beberapa teknik fotografi di pantai di atas, mungkin timbul niat/rencana untuk segera hunting foto di pantai. Indonesia adalah negeri ribuan pulau, tinggal pilih mau pantai model apa hehehe. Tetapi jika anda di Jakarta paling dekat, biaya murah dan kondisi masih alami bisa mencoba ke pulau seribu. Bisa mengadakan acara sendiri, atau bisa menggunakan biro jasa untuk mempermudah perjalanan seperti paketpulauseribu.com. Akhirnya sekian dulu, semoga bermanfaat, menambah ilmu dan meningkatkan skill dan kemampuan dalam bidang fotografi.

Tips Photography


Teknik Fotografi dan Hasil Bagus Itu Gampang kok, Beneran!


Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)


Teknik untuk mendapatkan hasil foto yang bagus itu mudah koq, yang agak susah tu ... hmmphhh... di akhir tulisan aja yaa pembacaa... hehehe. Trus, jenis kamera bukan faktor utama yang menentukan bagus atau tidaknya suatu foto.

Ok deh dibawah ini pengetahuan dasar fotografi (inti-intinya aja ya, kalau dijabarkan wahhh bisa jadi buku deh heheheh). Fotografi manual/film keqnya dah bisa dibilang nyaris punah, hanya orang-orang tertentu yang masih menggunakannya atau seorang kolektor mania. Fleksibilitas, murah dan hematya fotografi digital telah menenggelamkan fotografi manual.

Langsung aje yee... ^_^

Jenis Kamera Digital


1. Point and Shoot (PAS)
Penggunaannya mudah, ukurannya relatif kecil (pocket/kompak), lensa tidak bisa diganti-ganti, harganya relatif murah. Misalnya kamera mobile phone dan kamera digital biasa.
2. Prosumer

Kamera pertengahan, ukuran dan harganya antara PAS & DSLR, kamera PAS yang memiliki beberapa kontrol manual, lensa tidak bisa diganti-ganti.
3. Digital Single Lens Reflect (DSLR)
Full manual control & otomatis, lensa fleksibel dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan, ukurannya relatif besar, harganya relatif mahal.


Tahapan Foto Digital



1. Image Acquisition (Input)

Proses pengambilan foto (hmmm… disinilah perlunya teknik pengambilan foto).
2. Image Processing

Pengolahan foto dengan software ex. Adobe Kotoshop (T_T), ACD See, Corel Photo Paint (pokok é banyak deh…), disini tahapan untuk mengatur warna, pencahayaan lanjutan, ketajaman (sharpness), dan komposisi lanjutan (cropping)
3. Print Out (Output)

Karna penyesuaian (kalibrasi) warna monitor dengan warna print out… jadinya tahapan ini agak susah.

Klasifikasi Fotografi


Sebenarnya pengklasifikasian fotografi ini sulit dan bersifat subjektif, namun secara umum dapat dibagai atas 5 bidang yaitu:



  1. Lokasi dan Jenis Objek: Urban, Travel, Nature, Wild Life, Under Water Photography
  2. Aktivitas Manusia: Wedding, Event, Sport Photography
  3. Ilmu Pengetahuan (Science): Forensic, Science, Medical Photography
  4. Konsep: Art, Documentary, Advertising Photography
  5. Teknik/Peralatan Fotografi: Wide, Macro, Aerial Photography


Tips Teknik Mendapatkan Hasil Foto yang Bagus

Tips paling utama adalah sering mengamati foto-foto yang bagus. Semakin sering kita mengamati foto-foto yang bagus, lama-lama tanpa disadari kita akan memiliki sense foto yang bagus
. Foto-foto yang sangat berkualitas, baik dari segi seni atau pemberitaan, diantaranya bisa dilihat lihat di National Geographic dan Kompas Image.

Trus, mengenai penggunaan alat nge jepret, kamera jenis apapun dari yang murahan hingga yang mahalan hihih... kalau memang benar-benar minat fotografi pasti gak kesulitan deh, pake aja tekni trial and error, sambil baca-baca juga buku manualnya.

Trusnya lagi, pahami benar Point of Interest (POI), ketahui benar objek yang mana yang mesti ditonjolkan, sehingga bila orang melihat foto itu, dia akan otomatis melihat POI tersebut.

Adapun faktor-faktor yang menentukan kualitas hasil foto menurut Rahmad Agus Koto (2012) adalah (zzzzz wkwkwkk emangnya jurnal apa...hihi..) adalah:


  1. Kondisi Objek
  2. Pencahayaan (Exposure)
  3. Warna
  4. Fokus/Ketajaman (Sharpness)
  5. Komposisi
  6. Sudut Pandang (Viewing Angel)

Kondisi Objek

Bisa dikatakan kondisi objek memiliki peranan penting dalam suatu foto yang bagus. Apakah ekspresi dari objek atau objek yang merupakan peristiwa yang unik atau jarang terjadi.



 



Jarang Sederhana

Pencahayaan (Exposure)


Masalah cahaya ni, ya tergantung tujuan foto diambil sih, bisa saja foto yang agak gelap atau terlalu terang malah bagus. Tapi secara umum pencahayaan yang bagus itu harus pas ^_^




In The Dark


Maaf, ada yang tahu ini bunga apa? ^_^


Warna

Pengetahuan mengenai warna cukup penting juga dalam dunia fotografi loh. Seorang graphic designer, atau fashion designer paham benar memainkan warna. Colourlovers, di situs ini bisa belajar dan memahami warna dengan baik.



Aisyah & Faqih





Pasangan Sejati


Ada yang tau ini serangga apa? (koq banyak gak taunya seeehh...)

Fokus/Ketajaman (Sharpness)


Paling ngeselin deh liat foto yang kabur (bukan melarikan diri loh wkwkwwk), ya kan? Penggunaan manual fokus butuh latihan yang sering, untuk pemula make autofokus aja dulu.



Microstoma floccosa


Dragonfly

Komposisi


Prinsip dasarnya adalah seimbang. Perhatikan orientasi yang cocok, portrait atau landscape, biasanya panorama atau objek yang jauh cocok menggunakan landscape, sedangkan objek yang vertikal cocok menggunakan portrait. Teknik komposisi lain diantaranya adalah Framing, Geometric dan Freedom
Prinsip Rule of Third sangat membantu untuk mendapatkan komposisi yang bagus. Dimana POI atau objek utama diposisikan di bahagian sepertiga bidang foto.


Taman Buaya Asam sikumbang, Medan Sumut


Gabungan Teknik Portrait, Geometrik, dan Rule of Third. Foto ini diambil menggunakan kamera hp harga 200 ribuan loh ^_^


Sudut Pandang (Viewing Angel)

Nah, yang ini sangat dipengaruhi oleh sense seni si fotografer, dari sudut mana pengambilan foto yang menarik dan "menjelaskan" objek. Kalau mahir memainkan viewing angel dan komposisi, ntar bisa jadi Director of Photography loh.



Anggota Tim Produksi Nata De Coco





Yang paling susah adalah nyari objek atau peristiwa yang menarik hihi... >.<

Ok deh, semoga bermanfaat. Salam Hangat Sahabat Kompasioner ^_^